Detail Berita

Tanggal Post : 2018-02-21

PP IKA UNTAD, DISKUSI PUBLIK “PEMUDA MENYONGSONG PERSAINGAN GLOBAL”

PALU - Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni (IKA) Universitas Tadulako (Untad) Rabu, 14/02 melaksanakan diskusi publik tema Pemuda Menyongsong Persaingan Global” bertempat di Kantor Sekretariat PP IKA UNTAD.

Apa itu pemuda? Definisi yang pertama yaitu pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa yang akan datang.

Diskusi publik, kegiatan mingguan yang setiap hari Rabu, pukul 16.00 wita dilaksanakan di sekretariat IKA Untad oleh mahasiswa, kali ini menghadirkan pembicara dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sigi,  Imam Safaat S.Kom.i

Berbicara tentang pemuda menyongsong persaingan global, di era globalisasi seperti sekarang ini banyak pemuda yang ikut dalam kegiatan tetapi sedikit menyimpang dari spesifikasi tentang kegiatan organisasi tegas Imam.

Ada  4 hal yang harus dimiliki pemuda untuk menyongsong persaingan global yakni, 1. Pemuda yang agamais 2. Pemuda yang prakmatis 3. Pemuda yang Statis dan Dinamis 4. Pemuda Opportunies 5. Pemuda Hedonis.

Menurut Pemateri Kelima hal tersebut menjadikan pemuda siap dalam menghadapi persaingan global yang semakin pesat.

Pemuda yang agamais menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi persaingan global, kita harus punya iman yang kuat dalam menghadapi persaingan ini sebab banyak hal di luar sana yang akan menunggu kita dalam untuk membelokkan atau bahkan menghasut kita manjadi pribadi yang buruk.

Agamais; pemuda harus memiliki jiwa  prakmatis, setiap langkah yang di ambil harus tepat, cepat dan efekif.

Statis dan Dinamis, seorang pemuda mempunyai jiwa yang tidak mudah berubah dalam mencapai tujuan yang baik, di barengi dengan dinamis atau penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan untuk  mencapai tujuannya.

Pemuda  Oppotunies, di era globalisasi kita harus pintar-pintar melihat peluang yang baik sebab jika kita lambat menangkap peluang yang ada, maka kita akan ketinggalan dari orang lain.  

Pemuda hedonisme;  pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonis merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Bukan pemuda yang suka menghambur-hamburkan uang seperti yang dicirikan selama ini.

Sementara itu salah satu peserta, Puput Melati berkata mengapa kata Radikalisme itu lebih dititikberatkan pada agama Islam, sesuatu yang negatif suka melakukan tindakan-tindakan anarkis, hanya karena yang melakukan tindakan anarkis orang Islam, lalu setiap orang atau agama lain menjustice bahwa Islam identik dengan radikalisme.  

Radikalisme menjadi topic yang menarik dalam diskusi tersebut karena banyaknya perbedaan pendapat mengenai hal tersebut menjadikan diskusi ini semakin menarik.