Detail Berita

Tanggal Post : 2018-09-04

Career Fair Fakultas Pertanian UNTAD dihadiri seribu pengunjung

Tag: Career Day

Fakultas Pertanian UNTAD sukses menggelar Career Daypada tanggal 24 Agustus 2018 di Gedung Auditorium Utama UNTAD. Tidak tanggung-tanggung, event yang menyajikan informasi terkait pasar kerja tersebut dihadiri hampir seribu pengunjung. Career Day tersebut dikemas dalam kegiatan seminar, talkshow, tutorial tips dan trik sukses psikotes dan wawancara kerja dan ditutup dengan rekruitmen tenaga kerja.

 

 

 

Pembukaan diawali dengan laporan ketua Panitia Reuni Akbar, Ir. Hj. Trie Iriani Lamakampali, MM. Rektor UNTAD dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Sutarman Yodo menjelaskan bahwa kegiatan Career fair ini adalah program unggulan Alumni Centre Fakultas Pertanian. Pada tahun 2018 ini, Career Fair adalah bagian dari reuni akbar alumni. Kegiatan Career Fair ini juga dimaksudkan untuk merayakan Dies Natalis ke-37 Fakultas Pertanian dan Universitas Tadulako. Kegiatan ini merupakan komitmen Fakultas Pertanian untuk membantu mempersiapkan calon sarjana yang siap untuk pasar kerja setelah lulus. Melalui pertemuan antar alumni dan industri, diharapkan dapat membantu mahasiswa dan alumni untuk merencanakan dan memilih kariernya.

 

 

 

Kegiatan career day UNTAD dihadiri langsung dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tantangan pasar kerja global semakin meningkat. Hanya alumni-alumni yang adaptif menghadapi perubahanlah yang dapat bersaing. Pemerintah juga berharap agar Perguruan Tinggi dapat mencetak lulusan yang berorientasi enterpreneurship. Untuk menjawab tantang tersebut, perguruan tinggi perlu meningkatkan jejaring dengan dunia industri dalam menyusun kurikulum yang terkait masalah keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan, nyambung dengan pasar kerja. Networking dengan user alumni perlu ditingkatkan, karena dunia industrilah yang akan menggunakan lulusan perguruan tinggi tersebut, tutup Longki Djanggola.

 

 

 

Sesi Seminar adalah event yang paling menyedot perhatian audiens. Pembicara utama, yakni Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staff Kepresidenan R.I. hadir menyampaikan topik “Ekonomi digital dan revolusi industri 4.0: Tantangan bagi pendidikan dan dunia kerja di Indonesia”. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan tentang gejala-gejala yang menandai lahirnya revolusi industri 4.0. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa World Economic Forum(WEF) memperkirakan antara 2015-2020, jutaan pekerjaan akan berkurang dan digantikan mesin, robot, artificial intelligence, dan perangkat komputasi lainnya, yakni (i)Administrasi perkantoran menutup lapangan kerja 4,8 juta manusia; (ii) Manufaktur dan produksi mengurangi 1,6 juta tenaga kerja; konstruksi dan ekstraksi membuang setengah juta manusia; (iii) desain, seni, hiburan, dan media memangkas 150 ribu orang; (iii) Sektor hukum dan legal menggeser 100 ribu lapangan kerja, dan (iv) instalasi dan pemeliharaan menyusut hingga 40 ribu. Di lain pihak, faktor SDM adalah penentu kesuksesan Indonesia di era digital. Alumni UNTAD harus mampu memastikan diri untuk menjadi bagian dari sumber daya yang dicari oleh pasar kerja di era digital revolusi Industri.

 

 

 

Urbanus Marti Nangoy, dari PT. Karya Mas Adinusantara, selaku pembicara kedua memberikan motivasi ke mahasiswa dan alumni tentang pentingnya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah kuliah. Ia memotivasi peserta seminar dengan memandu peserta seminar untuk mengenali potensi terbesar yang dimilikinya untuk menjadi kekuatan dalam menyiapkan diri memasuki pasar kerja.

 

 

 

Pembicara ketiga pada kegiatan ini adalah Dr. Ir. Syarifah Iis Aisyah, MSc.Agr, Direktorat Inovasi dan Kewirausahaan, Institut Pertanian Bogor. Ia menjelaskan tentang „Peran Jiwa Kepemimpinan dan Kewirausahaan di Era Global: Upaya membentuk Pribadi Mandiri dan Profesional. Dalam presentasinya, ia menjelaskan beberapa tips cara terbaik untuk menuju kesuksesan, yakni: bergaul dengan orang yang berprestasi, perhatikan cara mereka bekerja, teladani hidup mereka, pelajari cara berpikir mereka, lihat bagaimana mereka mengambil keputusan penting, dan kembangkan apa yg anda sudah pelajari dari mereka. Selebihnya Bu Iis, sapaan akrab beliau, menyampaikan pokok-pokok pikiran untuk memotivasi mahasiswa dan alumni pencari kerja.

 

 

 

Presentasi akhir di sesi seminar menampilkan International Relation Ghent University dari Belgia yang menjelaskan Career guidence dan kebijakan tentang alumni di Ghent University, Belgia. Isi presentasinya mengenalkan Project SIMPLE sebagai kerja sama konsorsium universitas Uni Eropa dan Asia. SIMPLE PROJECT bertujuan untuk mendorong kerja sama di sektor akademis dengan sektor profesional di bidang pertanian dan ilmu hayati di universitas-universitas dari tiga negara Asia terpilih (Kamboja, Indonesia dan Thailand). Output akhir yang diinginkan adalah menghasilkan peningkatan kualitas kelayakan kerja dari alumni universitas. Selain itu, ia juga mengenalkan profil Ghent University, pengelolaan career guidence, dan kebijakan tentang alumni.

 

 

 

Setelah istirahat siang, career fair dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Zainuddin Basri, Ph.D. yang mengetengahkan topik “Sistem Pendidikan Pertanian Mendukung Sumbedaya Manusia Pertanian”, dilanjutkan dengan paparan Dr. Muhd. Nur Sangadji, Dr. Alimudin Paada, dan Dr. Muyakkir Tawil yang menyampaikan program-program Ikatan Alumni Untad untuk pengembangan alumni. Sesi talkshow ditutup dengan enterprenurshipbest practices stories dari alumni Fakultas Pertanian yang disampaikan oleh Ir. Wayan Suyasa.

 

 

 

Sesi Tutorial dan try out psikotes dan wawancara kerja dihadiri oleh mahasiwa yang akan lulus untuk mempersiapkan diri mereka memasuki dunia kerja. Keesokan harinya (25/08/2018) dilanjutkan dengan rekrutimen tenaga kerja oleh PT. Karya Mas Adinusantara dan pengenalan profil UKM-UKM yang menjadi peserta career fair sekaligus menyampaikan peluang pasar kerja dari bisnis yang mereka tekuni.

 

 

 

Hasil wawancara kami dengan beberapa pengunjung Career Fair mengindikasikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa calon alumni dan alumni yang sedang mencari kerja. Mereka berharap agar kegiatan-kegiatan sejenis lebih diperbanyak lagi.